Friday, 28 October 2016

MENGGUGAT NASIONALISME KAUM MUDA



Republika, 28 Oktober 2016
Tidak ada yang bisa menyangsikan betapa besarnya peran pemuda dalam perjalanan bangsa ini. Pemuda selalu tampil dan memainkan peran vital, dari proses prakemerdekaan, kemerdekaan, munculnya Orde Baru, hingga lahirnya Reformasi. Sejarah telah mencatat, kaum muda selalu menjadi garda terdepan dalam setiap babakan perubahan di negeri ini.
Tidak terasa juga, salah satu tonggak sejarah yang pernah ditorehkan kaum muda di negeri ini ternyata sudah berlalu 88 tahun. Tonggak itu kita kenal sebagai peristiwa Sumpah Pemuda.

Inilah ikrar yang digaungkan kaum muda untuk menampilkan identitas kebangsaan yang satu bernama Indonesia. Kita kemudian mengenalnya dalam rumusan Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia, dan Bahasa Indonesia. Inilah semangat dari nasionalisme dan kebangsaan kaum muda dalam melahirkan bangsa yang besar bernama Indonesia.
Lalu, mengapa perlu mencantumkan kata 'besar' pada negara Indonesia? Sepatutnya negeri ini untuk masuk ke dalam kelompok negara besar. Setidaknya rujukan itu dapat berkaca pada populasi penduduk.

Hingga pertengahan tahun ini, populasi penduduk Indonesia ditaksir telah mencapai 258 juta jiwa. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara berpenduduk terpadat nomor empat di dunia.

Dari total populasi itu, merujuk data dari laman cia.gov, median age dari penduduk Indonesia ini berusia 29,9 tahun. Artinya, inilah cerminan rata-rata usia penduduk Indonesia pada masa sekarang.

Lantas, jika menengok struktur usia, sekitar 59 persen dari total penduduk Indonesia adalah berusia 15-54 tahun. Kelompok usia ini merupakan usia produktif, yang tentunya menyimpan semangat muda untuk membawa negeri ini menjadi lebih baik ke depan.
Di balik potensi populasi tadi, ternyata kaum muda masa kini dihadapkan pada tantangan yang berbeda dengan para pemuda masa lalu. Masa kini, tantangan terbesar kaum muda adalah globalization borderless, globalisasi tanpa batas negara.

Ancaman terbesar dari hadirnya globalisasi tanpa batas ini terdapat pada sektor ekonomi dan informasi. Inilah yang sepatutnya menjadi bahan refleksi untuk mempertanyakan, sejauh manakah kaum muda Indonesia mampu merespons tantangan zaman tersebut?
Ketika ekonomi dan informasi sudah tak lagi tersekat dalam batas-batas teritorial bernama negara. Di sanalah muncul ancaman terbesar bagi kaum muda, yang menjadi mayoritas penduduk di negeri ini.

Apakah kaum muda Indonesia masih bersemangat, menjaga nasionalisme agar tak luntur saat arus informasi luar kian menderas dan produk impor semakin tak terbendung?
Dalam memaknai nasionalisme, tentunya kita tak bisa lagi menerjemahkan secara sempit atau hanya menduplikasi semangat kaum muda pada 88 tahun silam. Seiring terkikisnya sekatan ekonomi dan informasi antarnegara tadi, di sinilah urgensi untuk memaknai nilai nasionalisme itu menjadi semakin luas.
Nasionalisme pada masa kini, sepatutnya dipandang bagaimana kaum muda negeri ini bisa berjiwa kreatif, mandiri, dan berwirausaha.

Inilah tantangan terbesar untuk menciptakan kaum muda yang kompetitif di tengah era global seperti sekarang. Untuk melakukannya, kaum muda harus memiliki kesiapan yang baik. Kesiapan tersebut tentu harus berlandaskan pada aspek keilmuan, keterampilan, dan kepercayaan diri.

Pada aspek keilmuan, bangsa ini sepertinya masih harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki kualitas pendidikannya. Setidaknya, berdasarkan survei United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2015, Indonesia sempat dilaporkan menempati posisi terendah terhadap kualitas pendidikan di negara-negara berkembang di Asia-Pasifik.

Tepatnya berada pada peringkat 10 dari 14 negara. Persoalan ini masih menjadi PR besar bagi para pendidik ataupun institusi pendidikan, untuk menciptakan pendidikan berkualitas di negeri ini.

Dalam hal keterampilan dan kepercayaan diri, penulis menilai upaya mengasah kemampuan ini bisa melihat pada model pendidikan, yang dikemas di unit kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa). Melalui semboyan Widya Çastrena Dharma Siddha, para pemuda --dalam hal ini mahasiswa-- ditempa untuk menyempurnakan pengabdian diri melalui ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.

Ilmu keprajuritan di sini sangat berkaitan erat dengan jiwa keperwiraan, kesatriaan, serta kepemimpinan. Inilah yang menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan global pada masa kini.

Ketika tuntutan menguasai ekonomi dan informasi menjadi hal mutlak, sudah sepatutnya mendorong kaum muda untuk merebutnya, bukan mengacuhkannya. Tentu saja, usaha tersebut harus ditanamkan melalui upaya menuntut ilmu.

Tesisnya, dengan semakin berilmu, bakal meningkat juga daya saing sumber daya manusia. Tak boleh dilupakan juga, semua pihak beserta pemerintah harus terus mendorong kaum muda negeri ini, untuk dapat menumbuhkan jiwa-jiwa kreatif entrepreneur.

Saat kaum muda itu kreatif, berwawasan keilmuan, serta berjiwa pemimpin, hal itulah yang dibutuhkan dalam jawaban tantangan ekonomi dan informasi, yang sudah tak lagi mengenal batas negara. Di sanalah nasionalisme itu terselip dalam jiwa muda yang selalu bergolak.
Lantas, sudahkah generasi muda masa kini menyimpan semangat nasionalisme semacam itu untuk menjawab tantangan zaman? 

Thursday, 18 August 2016

REFLEKSI KEMERDEKAAN RI


Republika, 18 August 2016
Tahun ini, Indonesia menapaki momentum perayaan 71 tahun kemerdekaannya. Ibarat manusia, usia kemerdekaan yang telah direguk negeri ini seharusnya telah memasuki fase yang matang.

Namun, benarkah kehidupan negeri ini sudah menjadi bangsa yang matang secara ekonomi, politik, dan sosial atau dalam istilah founding fathers negeri ini disebut sebagai bangsa yang berdaulat?

Inilah pertanyaan besar yang selalu mengiringi setiap kali perayaan 17 Agustus. Sayangnya, pertanyaan klasik semacam ini sekadar melintas. Tapi, dalam perjalanan waktu, kita justru lebih terlihat gamang menemukan solusinya.

Lantas, ketika masih terjebak dalam kegamangan tak berujung untuk menemukan solusi, Indonesia sudah dihadapkan pada tantangan baru bernama globalisasi di kawasan ASEAN. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Fase ini resmi bergulir sejak akhir Desember 2015. Di sini, persaingan menjadi lebih terbuka. Rasanya, hanya sumber daya manusia (SDM) kompetitif yang kelak bisa survive untuk menjadikan negaranya sebagai bangsa unggul dan berdaulat.

Pertanyaan berikutnya: mampukah Indonesia menjadi bangsa unggul dan berdaulat di tengah persaingan bebas antarnegara kawasan di ASEAN? Tanpa hendak bersikap pesimistis, negeri ini masih harus berjuang keras menjadi bangsa berdaulat, sebagaimana dicita-citakan Presiden Indonesia pertama, Bung Karno.

Merujuk survei Prosperity Index 2015 --di dalamnya memuat peringkat kemakmuran-- lembaga penelitian Legatum Institute dari Inggris, posisi Indonesia masih jauh di belakang Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kriteria penilaian survei meliputi tingkat ekonomi, kewirausahaan, kesehatan, pendidikan, dan pendapatan rata-rata per kapita.

Lalu berkaca kepada survei Indeks Pembangunan Pendidikan untuk Semua atau the Education for All Development Index (EDI), yang dilakukan United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), posisi Indonesia terlihat sangat miris. Survei itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 dari 14 negara dalam hal kualitas pendidikan di negara-negara berkembang di Asia-Pasifik.

Tingkat pendapatan nasional yang dicerminkan melalui produk domestik bruto (PDB), posisi Indonesia pun tertinggal dari Malaysia dan Singapura. Padahal, mereka memiliki usia kemerdekaan lebih muda dibandingkan Indonesia. Malaysia merdeka dari Inggris pada 31 Agustus 1957 dan Singapura pada 9 Agustus 1965.

Dari fakta ekonomi, PDB Singapura dan Malaysia sudah jauh meninggalkan Indonesia. Data Bank Dunia yang dirilis pada 2016 menempatkan Singapura sebagai negara kaya kesembilan dengan PDB sebesar 55.182 dolar AS. Lalu Malaysia berada di peringkat ke-66 (PDB senilai 10.538 dolar AS). Adapun Indonesia tercecer di peringkat 118 dengan PDB sebesar 3.475 dolar AS.

Mengapa usia kemerdekaan Indonesia yang lebih lama dibandingkan Singapura ataupun Malaysia itu, tak mampu berjalan linier dengan perbaikan tingkat kehidupan penduduk dan bangsanya? Satu hal utama adalah bangsa ini sebenarnya tidak fokus menata masa depannya. Bahkan ironisnya, inisiasi menciptakan globalisasi itu justru berawal dari bumi Indonesia.

Tepatnya, pada 1994 terlahir kesepakatan bernama Bogor Goals. Kesepakatan ini dirumuskan dalam pertemuan APEC di Bogor. Bogor Goals itulah yang kemudian menciptakan dasar-dasar globalisasi pada masa kini.

Sayangnya, inisiasi globalisasi yang ditandai di Bogor itu justru diabaikan stakeholders negeri ini. Seiring jatuhnya pemerintahan Orde Baru pada 1997, Indonesia justru dibawa terlena ke dalam euforia demokrasi. Padahal pada periode yang sama, ide mencanangkan MEA itu telah digagas di Bangkok, Thailand. Untuk kali kesekian, bangsa ini justru lupa atau sengaja melupakan diri untuk segera menyiapkan SDM yang siap berkompetisi secara global.

Kita justru meloncat lebih jauh dengan menyibukkan diri pada persiapan pemilihan presiden secara langsung pada 2004. Tanpa kita sadari, energi untuk menata demokrasi itu ternyata sangat besar sehingga kita melupakan, bagaimana membuat roadmap masa depan negeri.
Ini dapat dilihat setelah tidak adanya Garis Besar Haluan Negara (GBHN), selepas tumbangnya Orde Baru melalui peristiwa Reformasi 1998. Sedangkan, Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) nasional justru baru dilahirkan pada 2007.

Artinya, selama sembilan tahun, Indonesia sempat tidak memiliki gambaran masa depan. Sementara, kita semua justru terlena ke dalam hiruk pikuk dan kegaduhan politik pragmatis, yang menghiasi kontestasi demokrasi di negeri ini. Kegaduhan itu semakin berlanjut lagi ketika para menteri terpilih di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, justru lebih gemar mengerjakan hal-hal di luar Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan.

Berbicara mengenai daya saing, sesungguhnya kita berbicara kualitas SDM. Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Agustus 2015, hampir separuh (47,1 persen) tenaga kerja Indonesia adalah lulusan SD ke bawah.

Bagaimana lulusan SD bisa bersaing di MEA? Masih bisa, kalau mereka memiliki sertifikasi kompetensi tenaga kerja. Dalam hal ini, pemerintah jangan abai dan jangan terlambat karena ini merupakan hal penting pada era globalisasi.

Tak elok mendengar berita seorang menteri harus berkunjung ke Jepang, setelah mendengar kabar banyak perawat Indonesia yang dikirim ke sana justru ditolak oleh pihak rumah sakit setempat. Setelah ditelisik, penyebabnya adalah minimnya sertifikasi kompetensi tenaga kerja Indonesia. Padahal pada era MEA, sertifikasi kompetensi ini sangat diperlukan jika kita ingin mengekspor tenaga terampil ke negara tetangga.

Inilah tantangan yang masih mengadang bangsa ini pada saat usia kemerdekaannya memasuki perayaan ke-71 tahun. Kita boleh saja tersenyum bahagia karena tak lagi terjajah secara fisik seperti masa lalu. Tapi, kita juga harus sadar diri bahwa bangsa ini masih belum mampu menjadi bangsa berdaulat atas kemampuan dirinya sendiri.

Rasanya sebuah penggalan pidato Bung Karno pada HUT Proklamasi 1963, masih terdengar pantas sebagai bahan refleksi buat generasi masa kini dan generasi mendatang. "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka."

Mari, sudah saatnya kita memfokuskan diri menghadapi persaingan global. Tak lupa juga, sudah saatnya bangsa ini memperbaiki mutu SDM jika ingin berkompetisi pada era MEA. Tanpa peningkatan mutu disertai penambahan dan asistensi untuk sertifikasi kompetensi tenaga kerja, rasanya ikhtiar mewujudkan kedaulatan bangsa seperti yang pernah didengungkan Bung Karno akan sangat sulit digapai. Salam dirgahayu Indonesia. Saatnya kita membuat perubahan. 

Thursday, 31 December 2015

List of Presentations 2015

No.
Topik
Keterangan
1.              
Jakarta, 8 Januari 2015
2.              
Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah
Jakarta, 9 Januari 2015
3.              
Urusan Pemerintahan
Jakarta, 9 Januari 2015
4.              
RPJMN 2015-2019
Jakarta, 9 Januari 2015
5.              
Pembinaan dan Pemberdayaan Menwa Dalam Bela Negara
Jakarta, 13 Januari 2015
6.              
Keterkaitan Renstra dan LAKIP Gambaran dan Kebijakan Umum
Capacity Building Pemda Kabupaten Bulungan di Gedung Gading Marina-Jakarta, 19 Januari 2015
7.              
Keterkaitan RPJMN, Renstra K/L dan RKP
Bimtek SAKIP BPOM BBPK Kemenkes RI Cilandak-Jakarta, 27 Januari 2015
8.              
Keterkaitan Renstra dan LAKIP Gambaran dan Kebijakan Umum
Capacity Building Pemda Kabupaten Bulungan di The Ardjuna Boutique Hotel-Bandung, 28 Januari 2015
9.              
Keterkaitan RPJMD dan RPJMN
Rapat Koordinasi PP39/2006 di SS1 Bappenas-Jakarta, 29 Januari 2015
10.           
Koordinasi Lintas Sektoral dalam Mendukung Pembangunan Kemaritiman
PPRA LIII Lemhannas-RI di Ged. Panca Gatra Lemhannas-Jakarta, 4 Mei 2015
11.           
Renstra Badan Ekonomi Kreatif 2015-2019
Diskusi Terbatas Pengembangan Ekonomi Kreatif di Jakarta, 10 Februari 2015
12.           
Renstra BNN 2015-2019
Penyusunan Renstra Deputi Pencegahan BNN 2015-2019 di Gedung SMESCO UKM-Jakarta, 11 Februari 2015
13.           
RPJMN 2015-2019 Bidang Pendidikan
Rakor Perencanaan dan Evaluasi Bidang Pendidikan di GS Nilam Sari-Tanjung Balai Karimun, 16 Februari 2015
14.           
Pemahaman Peran Strategis Bappenas dalam Perencanaan Pembangunan Nasional
Diklat Dasar Perencanaan Staf Bappenas Angkatan VI di LPEM FEUI-Jakarta, 2 Maret 2015
15.           
Perencanaan Pembangunan berbasis Partisipasi Masyarakat
Capacity Building DPRD Kabupaten Indramayu di Wisma Kementerian Sosial-Bandung, 3 Maret 2015
16.           
RPJMN 2015-2019
Musrenbang RKPD 2016 Kabupaten Tanah Bumbu di Gedung Mahligai Bersujud-Batulicin, 5 Maret 2015
17.           
RPJMN 2015-2019
Musrenbang RKPD 2016 Kabupaten Kotabaru di Gedung Paris Barantai-Kotabaru, 10 Maret 2015
18.           
RPJMN 2015-2019
Musrenbang RKPD 2016 Kabupaten Musi Rawas Utara di Gedung DPRD Kab Musi Rawas Utara, 11 Maret 2015
19.           
Renstra dan Roadmap Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2015-2019
Diskusi Terbatas Penanggulangan Bencana di Jakarta, 4 Maret 2015
20.           
RPJMN 2015-2019
Musrenbang RKPD 2016 Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya-Sungai Raya, 25 Maret 2015
21.           
Harmonisasi RPJMD-RPJMN 2015-2019
Sosialisasi Hasil Kajian Harmonisasi RPJMD-RPJMN di SG 1-2 Bappenas, Jakarta, 9 Maret 2015
22.           
Pemahaman Perencanaan Pembangunan Daerah menuju Pilkada Serentak 2015
Sosialisasi Perencanaan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Gubernur Kepri-Pulau Dompak Tj Pinang, 24 Maret 2015
23.           
Strategi Investasi untuk Optimalisasi PAD dalam rangka Peningkatan Kinerja Daerah
Seminar Nasional Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia di Horison Bekasi Hotel, 29 Maret 2015
24.           
SKB 4 Menteri 2014 dan Perumusan SWOT Batalyon 3 Resimen Mahawarman
FGD Perumusan SWOT Yon 3 Mahawarman di Menteng-Jakarta, 28 Maret 2015
25.           
PENDALAMAN BELA NEGARA: Mahasiswa/i sebagai Pilar Masa Depan Bangsa
Orientasi Mahasiswa Baru Institut Science dan Teknologi Al-Kamal Kampus ISTA-Jakarta, 5 April 2015
26.           
Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Meletakkan Fondasi Pembangunan yang Berkualitas
Pra Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Aceh 2016 di Aula Prof. A. Madjid Ibrahim Bappeda Aceh, 3 April 2015
27.           
Arah Kebijakan Pembangunan Nasional
Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Aceh 2016 Banda Aceh, 9 April 2015
28.           
Penjabaran UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara
Capacity Building DPRD Kabupaten Indramayu di Enhaii Hotel-Bandung, 16 April 2015
29.           
Kebijakan Pemerintah dan Tantangan Revolusi Mental
Diklat Tata Kepemerintahan di Pusdiklat Kemensetneg-Jakarta, 21 April 2015
30.           
Early Warning System menghadapi Indonesia Darurat Narkoba
Seminar 50 Tahun Lemhannas RI di Gedung Yes Indonesia-Jakarta, Mei 2015
31.           
Penyelarasan RPJMD-RPJMN 2015-2019
Workshop Tim Analisis Kebijakan Bappenas Santika Hotel BSD City, Serpong, 22 April 2015
32.           
Pengembangan SDM Pemerintahan Dalam Negeri 2015-2019
Diskusi Terbatas Pengembangan SDM Pemerintahan Dalam Negeri Jakarta, 28 April 2015
33.           
Merumuskan Rencana Strategis Pemberdayaan Konsumen dalam menghadapi Perdagangan Bebas berbasis Consumer Satisfaction dan Kontribusinya pada Pembangunan Kota Cerdas
Seminar Hari Konsumen Nasional Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar-Bandung, 23 Mei 2015
34.           
Peran Badan Musyawarah dalam Meningkatkan Kinerja DPRD dalam Pembangunan Daerah
Capacity Building DPRK Kabupaten Bireuen di Oasis Amir Hotel-Jakarta, 16 Mei 2015
35.           
Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Pendidikan
Seminar Perencanaan dan Evaluasi Bidang Pendidikan di Tanjung Balai Karimun, 19 Mei 2015
36.           
Sinergi Lintas Sektoral dan Politik Anggaran dalam Mendukung Pembangunan Sumber Daya Maritim
PPSA XX Lemhannas-RI di Ged. Panca Gatra Lemhannas-Jakarta, 2015
37.           
Prinsip dan Rumusan Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah
Workshop Pengendalian dan Evaluasi SKPD Provinsi Banten 2015 di Hotel Ratu Bidakara-Serang, 28 Mei 2015
38.           
Statistik Ekonomi Nasional dan Perannya Terhadap Kebijakan Daerah
Capacity Building DPRD Kabupaten Pangandaran di Hotel Enhaii-Bandung, 30 Mei 2015
39.           
Kedudukan Monev dalam Manajemen Pembangunan
Seminar Akhir Evaluasi RPJMD Kota Ternate 2011-2015 di Ternate, 1 Juni 2015
40.           
Revitalisasi Perencanaan Pembangunan Pasca Amandemen Keempat UUD 1945
FGD Departemen Kaderisasi Cendekiawan Muda ICMI @Hotel Maharani Jakarta, 11 Juni 2015
41.           
Penyusunan Dokumen Perencanaan RPJMD
Kursus Perencanaan Pembangunan Daerah Angkatan XIV @LPEM-FEUI Jakarta, 9 Juni 2015
42.           
Paradigma Baru Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Daerah
Capacity Building Bappeda Kabupaten Tabalong @Grand Alia Prapatan Hotel-Jakarta, 12 Juni 2015
43.           
Penguatan Hard dan Soft Skills bagi Peningkatkan Daya Saing di Dunia Kerja
Pembekalan Persiapan Kerja Mahasiswa Institut STIAMI @Kampus STIAMI-Bekasi, 12 Juni 2015
44.           
Penyelarasan RPJMD-RPJMN 2015-2019
Capacity Building DPRD Kabupaten Cianjur @Amaroossa Hotel-Bandung, 16 Juni 2015
45.           

46.           

47.           
Kompetensi dan Daya Saing SDM KKP dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Lestari
Seleksi JPT Madya Kementrian KKP @Ged. Mina Bahari Gambir-Jakarta, 18 Mei 2015
48.           
Strategi Reformasi Tata Kelola Birokrasi Kementrian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
Seleksi JPT Madya Kementrian ATR/BPN @Aula Prona BPN-Jakarta, 20 Mei 2015
49.           
Transformasi Peran Strategis Sekda dalam Mewujudkan Jabar Maju dan Sejahtera dalam Kerangka Pembangunan Nasional
Seleksi JPT Madya Pemprov Jabar @R Malabar Ged Sate-Bandung, 9 Juli 2015
50.           

51.           
Proses Perencanaan APBD dan APBN dalam rangka Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA) IX @Gd. Astagatra Lt. lll Lemhannas RI-Jakarta, 14 Agustus 2015
52.

53.           
Administrasi Pembangunan di Indonesia Perencanaan, Penganggaran, dan Pengawasan
Program Doktor Bidang Ilmu Sosial Universitas Pasundan Bandung, 5 September 2015
54.           
Statistik Ekonomi Nasional dan Perannya terhadap Kebijakan Daerah
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Ciamis @Hotel Enhaii-Bandung, 10 September 2015
55.           

56.           

57.           
Evaluasi Kinerja Pembangunan Desa
Penyusunan Instrumen Evaluasi Program Pembangunan Partisipatif @Travello Hotel-Bandung, 8 Oktober 2015
58.           
Strategi Percepatan Pembangunan Daerah melalui Sinkronisasi Dokumen Perencanaan, Penganggaran, dan Monev
Dialog Rektor dengan Bappeda Kab. Pulau Morotai @Sparks Hotel-Jakarta, 10 Oktober 2015
59.           

60.
61.           
Aspek Sosial dan Politik Pelaporan Pembangunan Daerah
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Sleman @Hotel Merapi Merbabu-Yogyakarta, 29 Oktober 2015
62.           
Hasil Audit BPK
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan @Hotel Santika Hayam Wuruk-Jakarta, 28 Oktober 2015
63.           
Optimalisasi Otonomi Daerah Kebijakan, Strategi dan Upaya
Program Doktor Bidang Ilmu Sosial Universitas Pasundan-Bandung, 24 Oktober 2015
64.           
Strategi Manajemen Pembangunan Daerah Penyelarasan dengan RPJMN 2015-2019
Dialog Rektor dengan Pemda Kabupaten Kotabaru @Orchard Jayakarta Hotel-Jakarta, 4 November 2015
65.           
Strategi Manajemen Pembangunan Daerah Penyelarasan dengan RPJMN 2015-2019
Dialog Rektor dengan Pemda Kabupaten Hulu Sungai Selatan @Fave Hotel Hayam Wuruk-Jakarta, 6 November 2015
66.           
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Serang @Soll Marina Hotel-Serpong, 7 November 2015
67.           
Penyusunan Roadmap Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Rakor Penyusunan Profil Badan Penanggulangan Bencana Daerah @Santika Premiere Hotel -Jakarta, 17 November 2015
68.           
Pengembangan Investasi bagi Pembangunan Daerah
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Indramayu @Hotel Gino Feruci Braga-Bandung, 18 November 2015
69.           
IKU dalam Penyusunan Renstra dan Renja SKPD
Dialog Rektor dengan Bappeda Kab Mamuju Tengah Sulawesi Barat @Fave Hotel Braga-Bandung, 19 November 2015
70.           
IKU dalam Penyusunan Renstra dan Renja SKPD
Dialog Rektor dengan Bappeda Kab Pulau Morotai Maluku Utara @Amaris Hotel Cihampelas-Bandung, 22 November 2015
71.           
Mendaratkan Pengembangan Potensi Lokal ke Tataran Internasional
Lokakarya Program Studi Sarjana Ekonomi Pembangunan Universitas Katolik Parahyangan @Papandayan Hotel-Bandung, 20 November 2015
72.           
Penanaman Investasi Daerah bagi Peningkatan PAD
Dialog Rektor dengan Bappeda Kabupaten Rokan Hilir @Grand Zuri Hotel Legian-Denpasar, 25 November 2015
73.           
Kesinambungan Perencanaan Pembangunan Daerah dari RPJPD sampai Renja SKPD
Dialog Rektor dengan DPRD dan Bappeda Kabupaten Lembata-NTT @Ibis Mangga Dua Hotel-Jakarta, 9 Desember 2015
74.           
Implementasi Peran-Fungsi DPRD dalam Meningkatkan Pelayanan Publik menuju Good Governance
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Sikka-NTT @Lynt Hotel-Jakarta, 11 Desember 2015
75.           
Bela Negara dan Ketahanan Nasional dalam rangka Pembangunan Bangsa
Team Building Badan Kepegawaian Negara @Swiss Belhotel-Bandung‎, 11 Desember 2015
76.