No
|
Topik
|
Keterangan
|
1.
|
||
2.
|
Sinkronisasi RKPD dengan Renstra SKPD dan RPJMD
|
Dialog Rektor dengan Bappeda Kabupaten Wajo-Sulawesi
Selatan @Mercure Hotel-Jakarta, 8 Januari 2016
|
3.
|
||
4.
|
Strategi Percepatan Pembangunan berbasis Sistem
|
Launching E_Planning & PPAS Online Kota Padang @Pangeran Beach Hotel-Padang, 19 Januari 2016
|
5.
|
Peran dan Fungsi DPRD dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Sumbawa NTB @Ibis Mangga Dua Hotel-Jakarta, 27 Januari 2016
|
6.
|
Peran dan Fungsi DPRD dalam Pembangunan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, Sulteng @Mercure Hotel-Jakarta, 28 Januari 2016
|
7.
|
Kebijakan Pembangunan Daerah dalam Konstruksi Nawacita serta Peran dan Posisi Pimpinan SKPD dalam Perencanaan dan
Percepatan Pembangunan Daerah
|
Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi
@Golden Flower Hotel-Bandung, 3 Februari 2016
|
8.
|
Penyusunan RPJMD, Renstra SKPD, dan Penetapan IKU
|
Dialog Rektor dengan Pemda Kota Sawah Lunto-Sumatera Barat @Grand Zuri Hotel-Padang, 12 Februari 2016
|
9.
|
||
10.
|
||
11.
|
Peran dan Fungsi DPRD dalam Pembangunan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Serang @Santika Hotel-Jakarta, 5 Maret 2016
|
12.
|
Penguatan Pertumbuhan Investasi dalam rangka Pembangunan
Daerah
|
Musrenbang RKPD Kota Pangkalpinang Tahun 2017 @Edotel Hotel-Kota Pangkalpinang, 8 Maret 2016
|
13.
|
Perencanaan Pembangunan dengan Pendekatan Politik
Berorientasi pada Kepentingan Rakyat
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Sikka-NTT @Lynt Hotel-Jakarta, 16 Maret 2016
|
14.
|
Mekanisme Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Pangandaran @Cemerlang Hotel-Bandung, 29 Maret 2016
|
15.
|
Inovasi Pelayanan Publik berbasis Teknologi Informasi
|
Seminar One Agency One Innovation Pemda Kota Padang @Grand Inna Hotel-Padang, 5 April 2016
|
16.
|
Optimalisasi Otonomi Daerah: Kebijakan, Strategi dan
Upaya
|
Program Doktor Bidang Ilmu Sosial @Universitas Pasundan-Bandung, 1 April 2016
|
17.
|
Peran Tenaga Ahli DPRD dalam Perumusan Kebijakan Publik
guna Mendukung Fungsi Pengawasan, Penganggaran dan Legislasi
|
Dialog Rektor dengan Tenaga Ahli DPRD Kabupaten Merauke @Losari Roxy Hotel-Jakarta, 4 April 2016
|
18.
|
Tugas Pokok dan Wewenang Badan Kehormatan sebagai Alat Kelengkapan DPRD dalam
Menjaga Martabat dan Kehormatan Anggota DPRD berdasarkan Kode Etik DPRD
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Sumba Timur @Wilton Hotel-Surabaya, 8 April 2016
|
19.
|
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah
Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Belitung @Travellers Hotel-Jakarta, 6 April 2016
|
20.
|
Mekanisme Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya @Gumilang Regency Hotel-Bandung, 7 April 2016
|
21.
|
Administrasi Pembangunan di Indonesia Perencanaan, Penganggaran, dan Pengawasan
|
Program Doktor Bidang Ilmu Sosial Universitas Pasundan, Bandung, 16 April 2016
|
22.
|
Inovasi Perencanaan dalam rangka Akselerasi Pembangunan
Daerah
|
Dialog
Rektor dengan Bappeda Kabupaten Donggala @Kampus Unsada-Jakarta, 21
April 2016
|
23.
|
Karawang yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur pada 2021
|
Plenary Discussion Musrenbang RPJMD Kabupaten Karawang @Swiss-Belinn Karawang, 3 Mei 2016
|
24.
|
||
25.
|
Optimalisasi Fungsi dan Tata Cara Pengawasan DPRD atas Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Buleleng @Santika Hotel-Jakarta, 20 Mei 2016
|
26.
|
Peran DPRD dalam Penyusunan RPJPD, RPJMD, dan Renstra SKPD
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Pangandaran @Verona Hotel-Bandung, 24 Mei 2016
|
27.
|
Strategi Percepatan Pembangunan Daerah dalam Penyusunan
RPJPD, RPJMD, dan RKPD
|
Dialog Rektor dengan Bappeda Kabupaten Rokan Hilir @Grand Cokro Hotel-Bandung, 23 Juni 2016
|
28.
|
Pokok-pokok Pikiran Anggota DPRD dalam Perencanaan
Pembangunan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Provinsi Bangka Belitung @Balairung Hotel-Jakarta, 22 Juni 2016
|
29.
|
Peningkatan Kompetensi dan Etos Kerja Pengawasan DPRD dalam
Menilai dan Mengawasi Kinerja Pemerintahan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Cianjur @Puri Setiabudi Hotel-Bandung, 24 Mei 2016
|
30.
|
Peranan DPRD dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Barru @Ibis Mangga Dua Hotel-Jakarta, 25 Mei 2016
|
31.
|
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional: Peraturan Presiden No 2/2015
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Banjar-Kalsel @Ibis Mangga Dua Hotel-Jakarta, 27 Mei 2016
|
32.
|
Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Pesisir Selatan @The Axana Hotel-Padang, 2 Juni 2016
|
33.
|
||
34.
|
||
35.
|
Peningkatan Peran Komisi dan Badan pada Alat Kelengkapan
DPRD dalam Perspektif Pembangunan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kota Depok @Aston Marina Ancol Hotel-Jakarta, 8 Juni 2016
|
36.
|
Dampak MEA terhadap Rencana Strategis Nasional di Jawa
Barat
|
Dialog Rektor dgn Forum
Mitra Strategis Bakesbangpol se Jawa Barat @Marbella Suites Hotel-Bandung, 29
Juli 2016
|
37.
|
Manajemen Pedoman Monitoring dan Evaluasi dalam Kegiatan
Perumahan Swadaya
|
Workshop Monev Kebijakan Rumah Swadaya Kementerian PUPR @Falatehan Hotel-Jakarta, 9 Agustus 2016
|
38.
|
||
39.
|
||
40.
|
Menakar Implementasi Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional dalam Hubungan Pusat dan Daerah. Perlukah kembali ke GBHN?
|
Seminar Nasional Fraksi Partai Demokrat MPR-RI @Kartika Chandra Hotel-Jakarta, 7 September 2016
|
41.
|
||
42.
|
Inovasi Pelayanan Publik berbasis Teknologi Informasi
|
Dialog Rektor dengan Pemda Kabupaten Kotabaru @Merlynn Park Hotel-Jakarta, 15 September 2016
|
43.
|
Membangun Sistem Monitoring dan Evaluasi di Lingkungan
Sekretariat Daerah
|
Dialog Rektor dengan Sekretariat Daerah Kabupaten Rokan
Hilir @Savana Hotel-Malang, 23 September 2016
|
44.
|
Menyusun Indikator Kinerja Pembangunan
|
Dialog Rektor dengan Sekretariat Daerah Kabupaten Rokan
Hilir @Savana Hotel-Malang, 23 September 2016
|
45.
|
Percepatan Penyerapan Anggaran Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Cianjur @Amaroossa Hotel-Bandung, 28 September 2016
|
46.
|
||
47.
|
||
48.
|
Penyusunan RPJMD dan Renstra SKPD
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kota Manado @Bedrock Kuta Bali Hotel-Denpasar, 7 Oktober 2016
|
49.
|
Eksistensi Kelembagaan Penanaman Modal dalam Meningkatkan
Investasi di Indonesia
|
Forum Ekonomi Nusantara Expo Ditjen Polpum Kemendagri @TMII-Jakarta, 20 Oktober 2016
|
50.
|
Pengintegrasian BSC di Sekretariat Jenderal dan Badan
Keahlian DPR
|
Diskusi Manajemen Kinerja dengan Sekretariat Jenderal
DPR-RI @Gedung Setjen DPR-RI, 24 Oktober 2016
|
51.
|
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Sikka-NTT @Fave Hotel-Jakarta, 29 Oktober 2016
|
52.
|
||
53.
|
Sinergi Kebijakan Anggaran dan Pembangunan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Buol-Sulteng @Mercure Hotel-Jakarta, 17 November 2016
|
54.
|
||
55.
|
||
56.
|
Peranan DPRD dalam Percepatan Pembangunan Daerah
|
Dialog Rektor dengan DPRD Kabupaten Ende @Treva Internasional Hotel-Jakarta, 9 Desember 2016
|
57.
|
||
58.
|
Administrasi Pembangunan di Indonesia: Perencanaan, Penganggaran, dan Pengawasan
|
Program Doktor Bidang Ilmu Sosial Universitas Pasundan Bandung, 17 Desember 2016
|
59.
|
||
60.
|
||
61.
|
Optimalisasi Otonomi Daerah: Kebijakan, Strategi dan
Upaya
|
Program Doktor Bidang Ilmu Sosial @Universitas Pasundan-Bandung, 24 Desember 2016
|
62.
|
Pengembangan Fungsional Perencana di Indonesia
|
Dialog Rektor dengan Bappeda Kabupaten Karawang @Villa Sari Alam Ciater-Subang, 27 Desember 2016
|
63.
|
Di Antara Dua Benua -- Yang Menghubungkan Dua Samudera -- Aku Berpijak, Aku Menatap -- Keagungan Karya Ciptaan-Nya -- Dan di Sana Aku Dilahirkan -- Mengarungi Jalan Kehidupan -- Aku Berdo'a, Aku Bekerja -- Mengisi Kemerdekaan Bangsa -- Tenteram Kurasa di Pangkuanmu -- O Ibu Pertiwi Trimalah Karya Baktiku -- Kan Kupertahankan, Wilayah Negeriku -- Bumi Nusantara, Indonesia Raya
Saturday, 31 December 2016
List of Presentations 2016
Friday, 11 November 2016
REDEFINISI NILAI KEPAHLAWANAN
Kegelisihan teramat sangat menyambut Hari Pahlawan 10 November. Sebuah survei yang pernah dirilis Prapancha Research (PR) memperlihatkan, adanya pergeseran makna terhadap arti pahlawan pada masa kini.
Hasil riset terhadap empat juta perbincangan tentang 'pahlawan' dan 'kepahlawanan' di media sosial, memperlihatkan bahwa pahlawan pada masa kini adalah sosok pahlawan yang dikaitkan dengan tindakan 'orang-orang biasa', tapi sangat berarti bagi sesama (Liputan6.com, 2016).
Sebagian besar responden tidak lagi mengenali kisah perjuangan dan nilai-nilai luhur yang telah ditunjukkan oleh sosok semacam Bung Tomo, Sudirman, atau pahlawan kemerdekaan lainnya. Inilah ironi masyarakat masa kini.
Ironisme lain terlihat juga dengan munculnya beragam informasi negatif tentang para pahlawan bangsa ini. Semangat yang digaungkan itu sesungguhnya buah dari semangat liberalisme dalam menyampaikan pendapat. Inilah ironisme yang kelak bisa menggerus makna dan nilai kepahlawanan bangsa ini.
Kita menjadi begitu bangga untuk menyampaikan kritik kepada para pahlawan, tapi kita tidak pernah sadar kritik semacam itu justru menjadi kontraproduktif untuk menjadikan bangsa ini besar.
Bukankah Bung Karno pernah mengingatkan bangsa ini melalui pidatonya, "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". Sayangnya, sebagai bangsa yang masih gagap menyambut keterbukaan informasi dalam iklim demokrasi, sebagian anak bangsa ini begitu lantangnya menelanjangi hal negatif dari para pahlawan negeri ini.
Seakan kita beranggapan bahwa sosok pahlawan itu hanyalah manusia biasa yang tak lepas dari cela. Inilah bentuk sesat pikir keterbukaan yang begitu membahayakan.
Padahal, masyarakat di Amerika Serikat --negara yang menyemaikan demokrasi dan liberalisme-- masih tetap bangga menceritakan kembali para tokoh bangsanya. Mengapa ini bisa terjadi di Amerika? Apakah yang terjadi di negeri ini hanya anomali dari masyarakat Indonesia yang sedang mengalami banjir informasi?
Sepatutnya, kita tak harus terus menunjuk pihak lain atau mencari kesalahan. Momentum Hari Pahlawan harusnya bisa menjadi ruang refleksi sekaligus introspeksi diri. Saatnya kita meredefinisikan makna pahlawan dan kepahlawanan dalam konstektualitas yang kekinian.
Untuk melakukan hal itu, tentunya pemerintah dan institusi pendidikan bisa saling bersinergi melakukan riset. Riset yang komprehensif sangat diperlukan guna mendapatkan formulasi terbaik, memperkenalkan kembali para pahlawan masa lalu kepada generasi masa kini yang mengalami banjir informasi.
Saatnya kita mengubah cara-cara membosankan dalam mendesiminasikan cerita pahlawan kepada generasi masa kini. Perlu adanya pengayaan dalam sudut pandang untuk menceritakan ulang semangat dan makna nilai dari sosok pahlawan masa lalu. Tentunya, riset itu harus menempatkan para pahlawan dalam tempatnya yang agung dalam perjalanan sejarah bangsa.
Harus diakui, selama ini riset mengenai pahlawan bangsa di negeri ini masih sangat minim. Kurangnya keinginan itu tak lepas dari tidak adanya follow-up terhadap riset tersebut. Padahal, begitu banyak medium yang dapat menjadi outcome riset semacam itu.
Salah satu cara efektif seperti yang dilakukan beberapa sineas terbaik negeri ini, dengan mengangkat kembali kisah-kisah biography picture (biopic) para pahlawan ke layar lebar.
Namun perlu diingat, proses pembahasaan ulang sejarah dengan model ini harus dilakukan hati-hati. Jangan demi keinginan menghibur semata, tapi nilai-nilai luhur para pahlawan yang diceritakan itu menjadi tergerus. Hal yang perlu dipertegas adalah tempatkanlah mereka di kedudukan terhomat.
Hanya dengan itulah kita akan bisa lebih memaknai pahlawan, yang sudah sangat berjasa bagi negeri ini. Perlu ditekankan juga dalam proses menyampaikan nilai-nilai kepahlawanan dan cerita pahlawan itu perlu adanya tokoh bangsa yang kuat.
Mengapa kita membutuhkan tokoh bangsa? Hanya dengan cara semacam itulah pesan yang akan disampaikan bakal menjadi lebih kuat sampai ke publik.
Pertanyaannya sekarang, adakah tokoh bangsa yang bisa membahasakan nilai-nilai ketokohan dari para pahlawan masa lalu kepada masyarakat, yang tengah larut dalam euforia demokrasi dan kebebasan?
Secara jujur, sekarang ini kita sedang mengalami krisis tokoh bangsa. Para tokoh bangsa yang kerap muncul di ruang publik masih banyak terjebak pada pragmatisme politik jangka pendek. Tak dapat dimungkiri, saat ini kita sedang masuk fase paceklik kepemimpinan di setiap lini.
Tidak mengherankan kalau masyarakat sekarang memiliki cara sendiri, untuk menjadikan pahlawan masa kini adalah orang-orang biasa yang mampu memberikan arti kepada sesamanya. Tentunya, ini menjadi ancaman bagi negeri yang kini sudah merdeka 71 tahun.
Pertanyaan besar lainnya: Akankah kita meniadakan pahlawan pada masa mendatang hanya karena kita sudah tidak mempunyai lagi tokoh bangsa yang dapat dihormati? Atau, akankah pahlawan masa lalu itu tergerus dari ingatan kolektif generasi mendatang hanya karena kita begitu bangga dengan liberalisme informasi?
Semua itu adalah pilihan. Namun secara ideal, kita jangan pernah melupakan pahlawan masa lalu. Tempatkanlah terus para pahlawan masa lalu itu dalam ingatan masa kini dan masa mendatang.
Kelak, hanya dengan cara semacam itulah Indonesia akan bisa menjadi bangsa besar, yakni bangsa yang selalu mengingat jasa pahlawan masa lalunya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
